Malaikat Tak Bersayap di Kelurahan Tukang Kayu, Aksi ‘Healing’ Kasi Dokkes Polresta Banyuwangi Pulihkan Penyakit Menahun Warga
BANYUWANGI – Sebuah aksi kemanusiaan yang menyentuh hati kembali ditunjukkan oleh jajaran Polresta Banyuwangi. Di balik tugas administratif dan kedokteran kepolisian, Kasi Dokkes Polresta Banyuwangi, Ririn Nurfi’ah, S.H., secara konsisten memberikan pengabdian nyata dengan membantu menyembuhkan warga yang didera penyakit kronis tanpa memungut biaya sepeser pun.
Bertempat di Kelurahan Tukang Kayu, tepatnya di kawasan Jalan Baru, Ririn Nurfi’ah menunjukkan dedikasinya melalui keahlian terapinya. Salah satu buah manis dari ketulusannya dirasakan langsung oleh Mbah Hanifah, seorang warga lanjut usia yang sebelumnya menderita penyakit stroke hingga sulit beraktivitas. Setelah melalui serangkaian proses terapi yang dilakukan secara intensif oleh Kasi Dokkes, Mbah Hanifah kini dinyatakan sembuh total dan kembali mampu berjalan dengan normal.
Tak hanya Mbah Hanifah, manfaat terapi ini juga dirasakan oleh Ibu Hotimah. Warga yang masih berusia muda ini sebelumnya sering mengeluhkan sakit kepala hebat (pusing menahun) yang tak jarang membuatnya pingsan secara tiba-tiba. Namun, berkat ketelatenan terapi yang diberikan, kini Ibu Hotimah telah sembuh dan dapat kembali beraktivitas dengan sehat tanpa gangguan pusing lagi.
Yang paling mengagumkan, seluruh kegiatan terapi ini dilakukan oleh Ririn Nurfi’ah secara cuma-cuma alias gratis. Ia mengaku tidak mengharapkan imbalan apa pun selain kesembuhan warga dan ridha dari Sang Pencipta. Hal ini merupakan implementasi nyata dari arahan pimpinan Polri agar setiap anggota polisi menjadi sosok yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Menanggapi aksi inspiratif anggotanya, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., menyatakan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya. Beliau menegaskan bahwa Polri harus hadir sebagai solusi di tengah kesulitan masyarakat.
“Apa yang dilakukan oleh Kasi Dokkes adalah cerminan dari semangat melayani masyarakat. Kami di Polresta Banyuwangi selalu menekankan bahwa keberadaan polisi harus memberikan kemanfaatan nyata bagi masyarakat. Kesembuhan Mbah Hanifah dan Ibu Hotimah bukan hanya soal teknik medis atau terapi, melainkan buah dari ketulusan hati seorang anggota Polri dalam mengabdi. Saya berharap aksi ini menjadi inspirasi bagi personel lainnya untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan. Polisi harus menjadi tempat warga mengadu, baik dalam urusan keamanan maupun urusan kemanusiaan seperti ini,” tegas Kapolresta Banyuwangi.
Aksi Ririn Nurfi’ah ini pun menjadi perbincangan hangat dan mendapat apresiasi luas dari warga Kelurahan Tukang Kayu. Kehadirannya membuktikan bahwa Polri masa kini senantiasa mengedepankan sisi humanis dan empati yang tinggi dalam menjalankan setiap tugas dan pengabdiannya. (*)
